Konon ada cerita seorang malaikat yang bertemu dengan seorang pria yang memikul beban berat di punggungnya. Ketika pria itu ditanya beban apa yang dipikulnya itu, jawabnya :
"Dua kecemasanku; "Kemarin dan Besok."
Penjelasan Malaikat sangat menarik,
"Kemarin telah berlalu dan sudah terlalu terlambat untuk mencemaskannya. Sedangkan besok belum nyata. Jadi bagaimana engkau dapat mencemaskan apa yang belum nyata?" Malaikat menasehati agar pria itu tidak perlu memikul beban apapun.
Setelah dibuang beban-beban itu dia merasa ringan, bisa jalan cepat dengan hati penuh sukacita.
Bicara tentang kecemasan atau kekuatiran saya ingat satu ayat dalam kitab suci, begini ; "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."
Sebenarnya, kalimat sebelumnya berbunyi; "Karena itu rendahkanlah dirimu dibawah tangan Tuhan yang kuat".
Ini bagus untuk menyerahkan kekuatiran kita. Bukan di sembarang tangan, tapi tangan Tuhan!
dan itulah tangan yang paling kuat, Tangan yang bisa diandalkan.
Kecemasan dan kekuatiran kita sering aneh. Bagi orang lain kadang biasa-biasa saja. Misalnya kekuatiran dalam perjalanan bus; kalau tiba-tiba ingin buang air kecil. Kelihatannya remeh, tapi karena traumatis ya bisa jadi persoalan besar dan bersifat sangat pribadi sehingga tak bisa diutarakan kepada siapapun. Kecuali kepada Tuhan tentunya.
Sebetulnya, pempers bisa jadi solusinya, tapi kadang tak terpikirkan karena lebih fokus kepada trauma/kekuatiran.
Bila kamu menyadari betapa kuatnya Tangan Tuhan, dan bahwa kamu juga dikaruniai olehNya kekuatan di dalam dirimu (akal, pikiran, rasa, dll) yang melampaui segala kekuatiranmu, melintasi waktu kemarin maupun besok, kekuatiran kecil maupun besar.
Masalah utama manusia dalam hal kekuatiran adalah soal penyerahan diri dan permasalah dihadapan Tuhan. Manusia seringkali membesarkan suatu masalah di dalam pikirannya namun tidak berpikir mencari jalan keluarnya.
Selamat beraktivitas dengan penuh syukur dan sukacita.

No comments:
Post a Comment