Seorang teman saya bertanya : “Gimana caranya menghilangkan kebosanan di rumah saat PSBB?”
Saya sempat
bingung dengan pertanyaan itu, dan responku pertama adalah :
“Waduh..!?” sambil saya mencoba memahami apa yang terjadi didalam dirinya
sebagai korban WFH/PSBB.
“Begini ….”
Lanjutku.
Saya tidak
tau cara menghilangkan kebosananmu yang kamu alami akibat PSBB ini sebab saya gak
tahu persis kondisi rumahmu dan orang-orang terdekatmu.
Tapi ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang kebosanan supaya nanti
kamu bisa menemukan sendiri jalan keluar dari masalahmu itu kawan..
Kebosanan.
Seseorang akan merasa bosan disuatu tempat, tidak
perduli apakah tempat itu indah atau biasa saja, jika Dia berada di tempat itu
tetapi pikirannya ada di tempat lain / di luar.
Apapun yang ada disekitarnya akan terasa membosankan karena pikirannya tidak
disitu., yang terjadi adalah kita merasa
terpenjara; mau keluar tidak bisa!
Penerimaan.
Pada
situasi seperti diatas, untuk menekan rasa kebosanan, penerimaan atas situasi
atau kondisi lingkungan adalah salah satu diantaranya.
Kamu tidak
bisa merubah situasi diluar sana yang memaksa dirimu harus WFH karena PSBB. Itu
diluar kendalimu. Sebab bahkan orang lain diluar sanapun mengurangi/menghindari
pertemuan dengan orang lain termasuk
dirimu.
Terima!. Apalagi kondisi itu dialami oleh
semua orang. Dibatasi!
Penerimaanmu
akan mengurangi hasratmu untuk berpikir keluar dari rumahmu/lingkunganmu. Penerimaan akan membuatmu lebih kreatif melakukan sesuatu selama berada di rumah (WFH)
Kamu Gak Sendirian.
Kalau kamu
merasa bosan di rumah, percayalah.., mereka yang serumah denganmu juga merasa
bosan. Bedanya, mereka tidak mengajukan pertanyaan seperti pertanyaanmu, mereka
menyembunyikannya, mereka memerangi rasa bosan mereka dengan cara mereka.
Kamu gak
sendirian.
Ya…, kamu gak sendirian., tapi bayangkan kalau seisi rumahmu memiliki rasa
bosan yang sama dalam waktu yang cukup lama (entah sampai kapan)., sangat
mencekam…, horror choi..
Bayangkan,
saat kamu berpapasan dengan anakmu saat kamu menuju kamar mandi dan dia baru
selesai mandi., kalian hanya berpapasan tapi saling diam…, wiihh.., horror banget
klian.., ngomong kek.., apa kek…
Kehadiranmu seharusnya dapat membuat situasi lebih baik.
Apa
yang bisa dilakukan untuk itu bang ?
Saya gak tahu persis seperti apa, sebab kamu yang tahu persis Rumahmu, kamu
yang tahu persis hal apa yang bisa membuat mereka tertawa, kamu yang tahu persis cara membuat mereka bahagia.
Ketika kamu berusaha membuat mereka tertawa atau bahagia., kamu sudah
membahagiakan dirimu, kamu mulai menemukan kesenangan disitu.
Fokus pada hal yang Indah.
Jangan fokus pada kekurangan! Kekurangan pasanganmu, atau Kekurangan anak-anakmu., kekurangan ini.., kekurangan itu.., gak ada habisnya dan kamu gak bisa merubah itu (ingat "Penerimaan")
Rasakan aja Keindahannya choi..
Seumpama setangkai mawar, tangkainya berduri dan diujung tangkainya ada bunga mawar yang indah.., kamu memilih menikmati durinya atau mawarnya choi ?
Pilih Mawarnya.., harum..
“Fokus pada hal yang indah” secara spiritual kita sebut “Bersyukur”


No comments:
Post a Comment