Saya bertanya kepada salah satu teman saya yang sudah melewati usia 70 dan sedang menuju ke 80 : "Perubahan Seperti Apa Yang Kamu Rasakan Dalam Dirimu di Usia Menjelang 80 ini?".
Dia kemudian mengirimkan tulisan/artikel yang sangat menarik berikut ini . . .
- Setelah mencintai orang tua saya, saudara saya, pasangan saya, anak-anak saya, teman-teman saya, sekarang saya mulai mencintai diri sendiri.
- Saya baru menyadari bahwa saya bukan "Atlas". Dunia tidak berada di pundak ku.
- Sekarang saya berhenti tawar-menawar dengan penjual sayur dan buah. Beberapa rupiah lagi tidak akan menguras kantong ku, tetapi mungkin akan membantu orang itu menabung untuk biaya sekolah anaknya.
- Saya memberi tip besar kepada pelayan saya. Uang ekstra mungkin akan membuat dia/orang lain tersenyum. Dia bekerja lebih keras untuk mencari nafkah dariku.
- Saya berhenti memberitahu orangtua bahwa mereka telah menceritakan kisah mereka berkali-kali. Karena menurutku, ceritanya membuat mereka menyusuri jalan kenangan dan menghidupkan kembali masa lalu.
- Saya telah belajar untuk tidak mengoreksi orang bahkan ketika saya tahu mereka salah. Tanggung jawab untuk membuat semua orang sempurna bukan pada saya. Kedamaian lebih berharga dari kesempurnaan.
- Saya memberikan pujian dengan bebas dan murah hati. Pujian adalah penambah suasana hati tidak hanya bagi penerimanya, tetapi juga buat saya. Tip kecil buat penerima pujian, jangan pernah menolak pujian, cukup ucapkan "Terima kasih".
- Saya telah belajar untuk tidak peduli dengan lipatan atau noda di baju saya. Kepribadian berbicara lebih keras daripada penampilan.
- Saya menjauh dari orang yang tidak menghargai saya. Mereka mungkin tidak tahu nilai saya, tapi saya tahu.
- Jika dizalimi orang jangan berpikir untuk membalas dendam, tetapi berpikirlah untuk membalas dengan kasih.
- Saya belajar untuk tidak malu dengan emosi saya. Emosi saya yang menjadikan saya Manusia.
- Saya telah belajar bahwa lebih baik melepaskan ego daripada memutuskan hubungan. Ego saya akan membuat saya menjauh, sedangkan dengan hubungan saya tidak akan pernah sendirian.
- Saya telah belajar hidup setiap hari seolah-olah ini yang terakhir. Bagaimanapun, ini mungkin yang terakhir.
- Saya melakukan apa yang membuat saya bahagia. Saya bertanggung jawab atas kebahagiaanku, dan saya berhutang pada diri saya sendiri. Kebahagiaan adalah pilihan. Anda bisa bahagia kapan saja, pilih saja!.
Saya memutuskan untuk menulis ulang artikel ini dan mempublikasikannya serta membagikannya kebanyak teman saya.
Mengapa kita harus menunggu hingga berusia 60 atau 70, atau 80, kita dapat mempraktikkannya pada tahap dan usia berapapun.


No comments:
Post a Comment