Sunday, 27 December 2020

BOSAN DI RUMAH ?

 




Seorang  teman saya bertanya : “Gimana caranya menghilangkan kebosanan di rumah saat PSBB?”

Saya sempat bingung dengan pertanyaan itu, dan responku pertama adalah :
“Waduh..!?” sambil saya mencoba memahami apa yang terjadi didalam dirinya sebagai korban WFH/PSBB.

“Begini ….” Lanjutku.

Saya tidak tau cara menghilangkan kebosananmu yang kamu alami akibat PSBB ini sebab saya gak tahu persis kondisi rumahmu dan orang-orang terdekatmu.
Tapi ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang kebosanan supaya nanti kamu bisa menemukan sendiri jalan keluar dari masalahmu itu kawan..

Kebosanan.

Seseorang  akan merasa bosan disuatu tempat, tidak perduli apakah tempat itu indah atau biasa saja, jika Dia berada di tempat itu tetapi pikirannya ada di tempat lain / di luar.
Apapun yang ada disekitarnya akan terasa membosankan karena pikirannya tidak disitu., yang  terjadi adalah kita merasa terpenjara; mau  keluar  tidak  bisa!

Penerimaan.

Pada situasi seperti diatas, untuk menekan rasa kebosanan, penerimaan atas situasi atau kondisi lingkungan adalah salah satu diantaranya.

Kamu tidak bisa merubah situasi diluar sana yang memaksa dirimu harus WFH karena PSBB. Itu diluar kendalimu. Sebab bahkan orang lain diluar sanapun mengurangi/menghindari  pertemuan dengan orang lain termasuk dirimu.
Terima!.  Apalagi kondisi itu dialami oleh semua orang. Dibatasi!

Penerimaanmu akan mengurangi hasratmu untuk berpikir keluar dari rumahmu/lingkunganmu. Penerimaan akan membuatmu lebih kreatif melakukan sesuatu selama berada di rumah (WFH)

 

Kamu Gak Sendirian.

Kalau kamu merasa bosan di rumah, percayalah.., mereka yang serumah denganmu juga merasa bosan. Bedanya, mereka tidak mengajukan pertanyaan seperti pertanyaanmu, mereka menyembunyikannya, mereka memerangi rasa bosan mereka dengan cara mereka.

Kamu gak sendirian.
Ya…, kamu gak sendirian., tapi bayangkan kalau seisi rumahmu memiliki rasa bosan yang sama dalam waktu yang cukup lama (entah sampai kapan)., sangat mencekam…, horror choi..

Bayangkan, saat kamu berpapasan dengan anakmu saat kamu menuju kamar mandi dan dia baru selesai mandi., kalian hanya berpapasan tapi saling diam…, wiihh.., horror banget klian.., ngomong kek.., apa kek…
Kehadiranmu seharusnya dapat membuat situasi lebih baik.


Apa yang bisa dilakukan untuk itu bang ?
Saya gak tahu persis seperti apa, sebab kamu yang tahu persis Rumahmu, kamu yang tahu persis hal apa yang bisa membuat mereka tertawa, kamu yang tahu persis cara membuat mereka bahagia.
Ketika kamu berusaha membuat mereka tertawa atau bahagia., kamu sudah membahagiakan dirimu, kamu mulai menemukan kesenangan disitu.

 

Fokus pada hal yang Indah.


Pasti banyak hal indah di rumahmu. Fokuslah kesana. Rasakan keindahan itu.
Apapun itu, bisa jadi cantik/gagahnya pasanganmu, sehat pintarnya anak-anakmu, lucunya mereka, nyamannya kamar tidurmu.., kalau kurang nyaman.., ya rubah bikin nyaman lah choi…
Jangan fokus pada kekurangan! Kekurangan pasanganmu, atau Kekurangan anak-anakmu., kekurangan ini.., kekurangan itu.., gak ada habisnya dan kamu gak bisa merubah itu (ingat "Penerimaan")
Rasakan aja Keindahannya choi..
Seumpama setangkai mawar, tangkainya berduri dan diujung tangkainya ada bunga mawar yang indah.., kamu memilih menikmati durinya atau mawarnya choi ?
Pilih Mawarnya.., harum..
“Fokus pada hal yang indah”  secara spiritual kita sebut “Bersyukur”